Bakoppak

Membawa Anak Berkegiatan di Alam Bebas

Diposting oleh bakoppak | 3/21/2009 04:01:00 PM |

Kenapa tidak. Bukankah alam terbuka dengan segala kejujurannya akan mengajari anak-anak, seperti mengajari kita. Di sini yang perlu ditekankan adalah perubahan persiapan dan orientasi kita dalam berkegiatan dengan membawa anak. Juga dalam mempersiapkan peralatan, perbekalan dan rencana kegiatan. Semua harus disesuakan dengan keberadaan si anak.

Dengan membawa anak, kita bukanlah menjadi petualang yang bertanding terhadap rintangan alam. Sekarang kita menjadi pemandu dengan segala tanggung jawabnya.

Pemandu, paling tidak berpegang pada buku freedom of the hill, selalu berpegang pada pameo, irama jalan mengikuti yang terlemah. Dalam membawa anak ke alam, anak-anak secara fisik yang terlemah. Perhatian mereka pun cepat berubah. Mereka yang akan mendikte irama jalan kita. Kapan berhenti, kapan nangis, kapan kencing, kapan lari.

Jangan harap bisa duduk tenang menikmati indahnya alam, begitu tiba di perkemahan. Semua cape, tetapi tetap harus ada yang mengantar anak lihat bunga, buat makan, nyeduh susu, dan seribu macam kerjaan lainnya.

Program ke alam bebas bersama anak lebih bersasaran pada aktifitas samping dari perjalanan. Bila trecking berarti bukan sasaran jarak atau tempat, tetapi kegiatan apa yang bisa dilakukan sepanjang jalan. Bird watching, koleksi daun, belajar mengenal bentuk alam (puncak, lembah, sungai, hutan), atau main dengan menggunakan apa adanya di lapangan.

Banyak permainan bisa dilakukan di alam bebas. Mengaitkan dengan lingkungan, atau permaiana yang bisa dipakai mengukur alam, akan sekaligus pendidikan anak mengenal alam. Susun perjalanan bagi anak-anak lima kali waktu tempuh jika ditempuh sendiri atau bersama orang dewasa teman dewasa.
Selama jalan adakan permainan.
1. Menghitung suara burung, serangga. Membedakan suaranya dengan menirukan.
2. Menghitung tanaman dalam suatu kotak, batasi dengan menggunakan rafia ukuran 50 x 50 cm.
3. Bawa kaca pembesar dan amati jaringan pembuluh pada daun.
4. Menyembunyikan perlengkapan di sekitar, anak harus mengumpulkan semua.
5. Ukur curah hujan dengan gelas dan penggaris.
6. Susun kerikil jadi abjad, minta anak menirukan. Sesudahnya kembalikan seperti semula.
7. Manfaatkan kaca pembesar untuk melihat rinci benda-benda alam, termasuk serangga dan cacing. Tangkap serangga dengan jaring dan gunakan sarung tangan untuk memegang.
8. Bila mengambil benda di alam, si anak disuruh mengembalikan lagi. batasi areal bermain.
9. tanaman bukan di tanah, cari dan bedakan lichen (tumbuh di batu), jamur (tumbuh di kayu), epifit di pohon hidup (beda daunnya).
10. Arah angin dan kecepatan angin diukur dari helai rambut yang dilempar. Arah ditentukan dari kompas, dan kecepatan diukur dari jarak jatuhnya, hitung jarak dengan langkah anak.
11. Kecepatan air, dengan mengambangkan benda antara dua jarak dan dihitung waktunya.
12. Kawasan bebas sampah. Tentukan kawasan yang bebas sampah dan kulpulkan bersama.
13. Libatkan anak dalam mendirikan tenda atau bivak siang hari tempat mereka berteduh dan bermain.
14. Geologi, kumpulkan kerikil, pasir, tanah lepas (debu). Masukkan dalam wadah transparan tertutup, isi dengan air dan kocok. Kemudian diamkan beberapa saat dan kemudian perhatikan bahwa kerikil di bawah dan lainnya bertumpuk seperti sedimen di atasnya.
15. Ambil benda-benda dari alam (daun, batu, batang, bunga, dsb) masing-masing dua. Satu set disusun, dan si anak disuruh melihat sebentar, dua menit. Kemudian dia disuruh menirukan susunannya.
16. Seni alam. Gunakan benda-benda alam untuk membuat gambar rumah, orang, gajah dsb.
17. Cermin. Gunakan pantulan sinar cermin untuk melalui jalur yang digores di tanah.
18. Gunakan peta dari lokasi yang sederhana dan tandai X, tempat menyimpan makanan atau hadiah buat anak. Gunakan kertas bergaris kotak-kotak.
19. Ukur jarak dengan langkah. Antara tenda dengan sungai dsb. Ini alat untuk buat peta.
20. Belok kiri kanan dengan tanda berbeda. Kiri panah daun, kanan panah ranting. Si anak ditemani ibu disuruh mengikuti jejak.

Permainan seperti ini tidak habis dicari. Pada contoh di atas bekal yang harus dibawa adalah kaca pembesar.

Beberapa esensial yang perlu diperhatikan dalam membawa anak ke alam :
1. Pakaian. Berlapis yang bisa dikenakan dan dicopot sesuai suhu.
2. Payung.
3. Gendongan anak yang memiliki sabuk pengaman dan kaki untuk berdiri tegak.
4. Makanan, dan alat masak. Bawa makanan dan minuman kesukaan anak.
5. Popok dan pakaian ganti.
6. Fly sheet dan tali untuk secepatnya membuat shelter.
7. Perlengkapan navigasi.
8. Buku cerita, maian favorit anak.
9. Obat-obatan.
10. Platik sampah. jari mereka tabnggung jawab.

Selamat ber-trails bersama anak.

Sumber : Eiger Adventure News